POSO, KOMPAS.com -- Sedikitnya sembilan titik yang menjadi akses ke Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI. Sedikitnya 650 personel polisi dan TNI disebar ke sejumlah wilayah untuk menjaga di batas-batas desa dan dusun yang selama ini diduga menjadi basis kelompok yang terkait dengan jaringan teroris.
Sembilan titik yang dijaga ketat adalah Tiwaa, Towu, Uweralulu, Tamanjeka, Masani, Pidedapa, Lape, Pantango Lemba, dan Tokorondo. Seluruh desa tersebut berada di kecamatan Poso Pesisir.
Menurut rencana, sebanyak tiga satuan setingkat kompi personel Brimob Kelapa Dua akan tiba di Poso pada Minggu (21/10/2012) malam untuk memperkuat pasukan yang sudah ada.
Selain untuk memberi rasa aman bagi warga, penjagaan juga untuk memudahkan penyisiran dan pencarian pelaku penganiayaan yang menewaskan dua anggota Polres Poso dan serangkaian peristiwa teror di wilayah itu.
Kepala Polres Poso Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Santoso menjelaskan, penjagaan akan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Sebenarnya warga sudah tenang. Kami hanya berusaha mengantisipasi terjadinya peledakan atau penembakan. Kalau pun peristiwa seperti itu terjadi, kami meminta masyarakat tidak reaktif dan hendaknya melaporkan pelaku jika mereka mengetahui," kata Eko.
Hingga kini polisi masih terus mengejar sejumlah orang yang diduga terkait pembunuhan dua polisi dan serangkaian peristiwa teror di Poso. Sebagian pelaku diduga masih berada di wilayah sekitar Tamanjeka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang